Very Dissapointing

17 Mei 2013, puncak dari kekecewaan saya terhadap perusahaan yang miskin pemimpin, bobrok system, dan diisi oleh orang – orang munafik.

17 Mei 2013, harus jadi titik balik saya. Menjadi pemimpin yang jauh lebih baik, atau mencari perusahaan lain yang lebih profesional dengan sistem yang bagus.

17 Mei 2013, saya kecewa sekali..

I’m sorry boss…. I just can’t accept some kind of “mau gimana lagi?” Answer.

Going to the next level

Awal tahun ini salah satu misi dari gereja saya adalah menyampaikan Pastoral Message tentang “Going to the next level” atau naik ke level yang lebih tinggi. Saya mencoba untuk mempelajari apa maksud dari going to the next level tersebut. Hingga akhirnya jumat minggu lalu (1 Maret 2013) saya dipanggil ke ruangan Asisten Manajer dan dikabari tentang kemungkinan saya dipromosikan disalah satu bidang baru yang ada karena restrukturisasi di kantor kami. I think this is going to the next level..

Saya tidak mau menebak apa posisi yang akan saya pegang nanti, walalupun kecurigaan kea rah sana sudah terlihat. 2 tahun terakhir memang saya merangkap sebagai IT perusahaan secara de facto. Tidak ada SK pengangkatan, hanya ada anggapan orang – orang bahwa ketika berbicara IT ya berarti berbicara saya…

Sampai seminggu kemudian Asisten Manajer saya memberi tahu bahwa nama saya sudah diusulkan untuk jabatan tersebut. Apa boleh buat, ini tantangan.

Tidak pernah mudah rasanya meninggalkan zona nyaman. Di bidang OPHAR saya sudah nyaman. Saya nyaman dengan suasananya. Dengan personil – personilnya yang rata – rata masih berusia muda. There’s always pain in the ass, dan di OPHAR hanya ada 1 orang yang seperti itu. Selebihnya, asik2 aja. But this is not my first “leaving comfort zone” kinda thing. Harusnya saya bisa, dan saya pasti bisa.

Di RENEV, bidang baru saya nanti, toh isinya teman – teman saya semua. Hanya saja yang konyol adalah…untuk seorang yang ketika masa kuliahnya mendapat nilai “E” untuk mata kuliah Dasar Komputer dan Pemrograman, dan baru fasih menggunakan PC pada tahun 2007 di masa – masa akhir kuliah saya, jabatan sebagai “Supervisor IT” agak menggelitik dan membuat saya tersenyum, dan tentu khawatir apakah saya bisa menjalankan ini dengan baik..

Harus bisa..dan pasti bisa…

Susah…tapi pasti bisa…

Within God, I’ll walk from Glory to Glory…

 

Pekanbaru, 9 Maret 2013

Kamar Kos saya yang kecil namun nyaman.

Jalan Arjuna, Nomor 44

Thank God for 2012..an Awesome year..

Saya selalu punya kebiasaan unik dengan teman saya untuk menanyakan “apa target lo tahun depan?”. Tahun lalu, saya hanya menjawab “jadi lebih baik aja” tanpa bisa merinci apa itu arti dari menjadi yang lebih baik.

Ada beberapa periode di 2012 yang tidak terlalu terasa. Pertama adalah Maret – Mei, banyaknya pekerjaan sangat membantu saya untuk melewati 3 bulan itu dengan cepat. Dan kemudian 2012 berlalu sampai bulan Agustus. Komisioning salah satu Trafo yang memang menjadi target PON di Riau, hanya dilakukan oleh beberapa dari kami yang tidak libur ketika hari raya idul fitri. Lalu periode Oktober – November juga tidak terlalu terasa. Banyak perjalanan yang saya lakukan, pelatihan di Jogja, dan lain lain.

2012, 3 orang sahabat baik saya melangsungkan pernikahan. Ikhsan dan Dimaz, rekan saya waktu SMA dulu, dan Dimas Cipto, teman saya waktu kuliah. Saya ikut berbahagia untuk mereka.

Dan yang tidak akan saya lupakan adalah bulan Desember. Untuk pertama kalinya saya menapat kesempatan untuk training ke luar negri. Di Quebec, Kanada. Bukan hanya di Asia. Ilmu yang saya dapat lebih banyak tentang kehidupan daripada tentang Ilmu tekniknya sendiri. Perjalanan ke luar negri dan menjalani gaya hidup seperti penduduk sana membuka wawasan saya atas sesuatu yang baru dalam hidup ini. Ada hal – hal yang saya sesali kenapa harus saya alami sekarang. Kenapa tidak dari dulu saya mengetahuinya. Tapi yah….berkat masing – masing orang, sudah diatur sama Tuhan. Semuanya harus disyukuri.

Yang tidak bisa saya lupakan dan akan selalu saya ingat adalah malam di Hilton Hotel Quebec, ketika saya sedang menulis untuk blog saya, dan mendengarkan lagu dari radio. Lagu yang dipasang hampir setiap malam adalah I’ll be Home for Christmas dari Michael Bubble. Saya mendengarkan lagu itu sambil menulis dan menurunkan intensitas cahaya lampu, dan membuka tirai jendela kamar hotel sambil menikmati pemandangan badai salju di luar sana. Indah sekali. Saya tahu saya tidak akan bisa merayakan natal Tahun ini bersama keluarga. Atau bahkan merayakan natal dengan pergi ke gereja, karena malam natal waktu setempat, saya harus terbang dari Toronto menuju Dubai.

Ini adalah hal yang sangat jauh berada dari impian saya yang paling liar sekalipun. Pengalaman luar biasa yang tidak mungkin saya lupakan. Bisa mengunjungi Quebec dan Toronto. Dan tidak bisa merasakan natal bersama keluarga mungkin memang harga yang pantas untuk dibayarkan. Tidak ada yang perlu disesali, dan banyak sekali yang harus disyukuri.

 

Tuhan mungkin sedang bercanda. Untuk seseorang seperti saya yang dalam 3 bulan terakhir jarang meluangkan waktu untuk berdoa dan mengambil waktu khusus setiap pagi, ini adalah sentilan. Bahwa Dia tetap memberikan saya berkat yang tidak dapat dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tidak timbul di dalam hati.

 

Tuhan pasti sedang bercanda…

 

Dengan membiarkan saya menghabiskan malam natal di udara di dalam pesawat emirates airline yang membawa kami dari Toronto ke Dubai, Dia hanya ingin agar saya Lebih dekat lagi kepadaNya.

Dan saya bersiap untuk tahun 2013, tahun yang saya yakin akan jauh lebih hebat daripada tahun ini. Yang saya minta pada Tuhan hanyalah kebijakan. Kebijakan untuk tetap terus mengucap syukur, kebijakan untuk tetap merendahkan hati, dan kebijakan untuk mengawal saya mengambil keputusan yang tepat. Dan kebijakan untuk tidak lupa darimana saya berasal sebelum sampai ke titik sekarang, apabila ada kesempatan lain yang membuat saya menjadi lebih hebat, datang suatu saat nanti.

Beberapa hari lalu saya mengirim pesan singkat ke teman saya.

“Untuk pertama kalinya bung….gw tau apa yang mau gw lakukan di 2013..”

 

Terima kasih Tuhan untuk tahun 2012, tahun yang luar biasa dan ditutup dengan indah. Perjalanan yang membuka mata saya, memberi saya banyak ilmu, dan semoga bisa membuat saya menjadi lebih baik lagi…

 

Good Bye 2012…

My Quebec Friends..

Yang menarik dari perjalanan jauh ke negeri orang adalah kita bisa bertemu dengan orang orang baru. Menambah teman dari Negara lain menyenangkan. Dan saya beruntung Quebec adalah kota yang ramah, dan bisa menambah beberapa teman disana.

  1. Mr David Hardy

Dia adalah Engineer di NDB Technology. Perusahaan di Quebec yang menjadi tempat training kami. Saya mendapat banyak cerita tentang Quebec dari beliau. Pelajaran Bahasa Perancis, dan pandangan hidup yang menurut saya berguna. Yang paling saya ingat adalah tentang bagaimana dia memandang rencana pemisahan Quebec dari Kanada. Dia berasal dari keluarga yang mendukung gerakan separatism, tapi dia berubah pikiran setelah dia melakukan perjalanan ke beberapa Negara. Travelling. Menurutnya, diluar sana, orang Kanada sendiri tidak memandang orang Quebec berbeda. Orang Kanada lain juga bersikap ramah terhagadap Orang Quebec. Dia berpendapat bahwa orang yang ingin Quebec terpisah dari Kanada, mungkin orang yang tidak pernah keluar dari Quebec. Mr David berpendapat bahwa pendidikan itu penting, bahwa mahasiswa yang berkelahi itu konyol, dan di setiap konflik yang membawa isu agama, pasti ada kepentingan politik dibelakangnya. Orang yang baik dan ramah, dan meminta kami untuk tetap menjaga komunikasi karena dia juga senang punya teman dari Negara lain.

Image

Mr. David Hardy

2. Shelly-Ann

Bekerja di toko souvenir di lantai  dasar hotel tempat kami menginap. Wanita yang baik sekali. Memberi kami diskon untuk beberapa produk. She saved the day. Karena dia kami memperoleh beberapa barang dengan harga yang murah. Dia pernah traveling ke beberapa daerah di Asia Tenggara, dan saya sarankan untuk mengunjungi Indonesia.

Image

Miss Shelly Ann

3. Mr. Unknown #1

Saya tidak menanyakan namanya. Dia pemilik toko music rock di salah satu mall di Quebec. Selain jual CD music rock, beliau juga menjual kaos – kaos hitam dengan gambar – gambar band rock lawas. Tokonya keren. Ada juga buku buku yang beraliran kiri menghiasi tokonya. Salah satu buku yang bernilai 1000 Dolar Kanada adalah buku tentang Hitler.

Image

Mr. Unknown #1 (Rockstar Meet Rockstar)

 4. Mr. Unknown #2

Ketika teman saya sedang mengambil foto saya di depan St Patrick Pub, tiba – tiba dia “disundul” oleh sebuah mobil pembersih salju yang cukup besar. Tidak terlalu keras, tapi cukup untuk mengagetkan teman saya itu. Setelah itu bapak ini memarkir truknya dan turun, lalu tertawa keras. Dia bilang dia hanya bercanda dan menyalam kami. Pembicaraan singkat mengenai asal kami, dan apakah kami senang berada di Quebec memperlihatkan keramahan penduduk Quebec yang khas. Terakhir,dia minta kami berfoto dengannya sebelum dia melanjutkan tugasnya menyingkirkan salju dari jalanan.

Image

Mr. Unknown #2 , The Unsung Hero pembersih salju. mereka bekerja sepanjang malam membersihkan salju

 5. Mr. Min Ali Sugiharto

Namanya terdengar Indonesia sekali kan? Hehehe..dia memang orang Indonesia asli.  Pak Min Ali bekerja di tempat yang sama dengan Shelly-Ann. Dari beliau saya juga banyak mendengar cerita tentang Quebec. Beliau kuliah S2 jurusan biotechnology. Dan mungkin akan melanjutkan tinggal disana. “Lebih Teratur” katanya. Saya setuju. Kalau saja kita kenal Pak Min Ali lebih awal, mungkin kami bisa berkunjung ke tempat tempat lain di Quebec. Sukses terus untuk kehidupan di Quebecnya pak Min Ali..God Bless..

Image

Pak Min Ali Sugiharto, orang Indonesia di Quebec

 

Menyenangkan memiliki teman dari Negara lain. Suatu hari saya akan kembali kesana dan menemui mereka satu per satu. My Friends from Quebec..

December 30, 2012

Home..

Sampai jumpa lagi Quebec..

Tulisan ini dibuat ketika saya sudah sampai kembali ke Indonesia. Di hari – hari terakhir di Quebec, saya sudah terlalu lelah untuk menulis sampai tengah malam. Saya berhasil mengalahkan Jet Lag di Quebec, jadi ketika jam menunjukan pukul 10 malam, biasanya saya sudah tertidur.

Tidak banyak tempat yang kami kunjungi di Quebec. Selain karena memang keberadaan kami disana bukan untuk liburan, cuaca musim dingin yang kurang mendukung kadang menjadi penghalang kami untuk menjelajahi lebih jauh kota Quebec (di hari terakhir, badai salju besar di kota Quebec membuat kami hanya menghabiskan waktu di hotel)

Tapi saya menyempatkan diri untuk berjalan jalan di sekitar hotel, kebetulan daerah tempat hotel kami menginap adalah daerah turis.

  1. Place D’Youville

Ini adalah ruang terbuka public yang menyediakan arena bermain Ice Skate. Anda bisa ikut bermain disana dengan menyewa sepatu Ice Skate di tempat yang disediakan. Di Place D’Youville juga ada tangga unik. Tangga yang kita injak akan berubah warna. Yang menyenangkan dari ruang terbuka public di luar negri adalahm anda bisa melihat pemandangan yang menyenangkan, sepasang kekasih, keluarga dengan anak – anak kecil yang bermain, atau bahkan kumpulan anak – anak muda yang bercengkrama di Place D’Youville.

Image

Tempat main Ski gratis, sarana hiburan untuk semua kalangan

Image

Warna Anak Tangga berubah bila diinjak

Image

Dan kadang bisa terlihat beda secara keseluruhan

2. Chateau Frontenac

Kastil yang sebenarnya adalah hotel di Quebec. Terletak di pinggir kota Quebec dan memiliki tembok besar yang melewati beberapa daerah di kota Quebec. Kami tidak sempat berfoto disana karena badai salju kencang.

Image

The Wall Of St Jean Street, salah satu bagian dari tembok yang mengelilingi kastil

3. Oldtown Quebec

Terletak di bagian bawah Quebec City. Jalan terus dari Chateau Frontenac ke arah bawah, tepat di bawah jurang Chateau Frontenac, kita bisa menggunakan bus, mobil, atau elevator turun ke bawah, tapi saya lebih suka berjalan kaki (biar berasa turisnya). Di sepanjang jalan kota tua, ada banyak toko – toko souvenir, dan toko pakaian, juga panggung kecil. Sayang sekali kami tiba disana sudah terlalu malam, banyak toko yang tutup dan tidak banyak yang bisa dilihat.

Image

Foto sekitar jam 7.30 malam, sudah banyak toko yang tutup

4. Gedung Parlemen kota Quebec

Gedung megah dengan Arsitektur kuno. Ini adalah spot bagus untuk mengambil foto. Disinilah perwakilan rakyat kota Quebec bekerja.

Image

Quebec City Parliamentary Building, minta foto sama orang yang lagi lari pagi

6. Rue St. Jean (St. Jean Street)

Jalan utama yang menjadi nadi daerah pariwisata kota Quebec. Sepanjang jalan St Jean, terdapat banyak toko souvenir dan retail pakaian. Restoran mulai dari restoran mewah, menengah, sampai restoran cepat saji semisal McD, Starbucks, Tim Horton. Jalanan ini nyaman dilalui dengan berjalan kaki. Menikmati gaya hidup masyarakat Quebec, dan menikmati pemandangan kota tua dengan arsitektur yang teduh dilihat.

7. St. Patrick Pub

Pub dengan gaya Irlandia. Hampir semua orang di kota Quebec menyarankan kami untuk pergi kesana. Konon memiliki bir-nya paling enak. Terletak di ujung jalan St Jean. Saya dan rekan saya menyempatkan diri kesana, sayang sekali pub nya sudah tutup. Hilang harapan kami untuk mencicipi segelas bir disana.

 Image

St Patrick Pub, konon katanya punya bir yang paling enak.

Quebec adalah kota kecil yang nyaman dan aman. Angka kriminalitas di kota ini sangat kecil. Pernah suatu malam saya jalan kaki sendirian di St. Jean Street dan di hadapan saya ada beberapa orang Quebec yang berteriak teriak. Saya yakin mereka mabuk. Tapi saya bisa melewati mereka tanpa diganggu sedikit pun. Kata rekan saya, orang Quebec jarang mau menggangu orang lain, selama mereka tidak diganggu ketika mabuk. Fair enough…

Saya jadi ingat ketika saya berbicara dengan penjaga toko di St. Jean,

“I have a plan to go to St Patrick Pub, is it Friendly for a stranger like me?” Tanya saya.

“Sure, what’s the matter?” jawabnya

“hmmm..since that is an Irish Pub and we all know about Irish and Beer, I’m a lil bit afraid to hang out there..”

“Hahahahaha..of Course it safe..Irish and Beer yes it is a great Combination for a fight, but not here..not in Quebec…it’s safe..you should go there..they have a great beer..” kata si penjaga toko.

I Have an Un-Finished Bussiness back there in Quebec…and I know this is not a “Good Bye”, it’s just a “See You Again”..

Image

Image

Model Koleksi Pakaian Musim Dingin

 

December 26th 2012,

Home…