Hunted!! – Day 3 in Labuan Bajo

SUNRISE
Malam pertama live on boat kami menginap di gili (pulau) padar. Di pagi hari, kami dibangunkan oleh Akbar, “bang, bangun bang. Liat sunrise” . Ada 2 kamar masing – masing berkapasitas 3 orang, dan 2 matras di dek kapal. Saya dari awal memang ingin tidur di dek saja. Pada akhirnya, kami ber-enam tidur di dek kapal. Saya, Posma, Yuke, Adi, Cesar, dan Andy.

Segera kami bangun dan mengambil posisi di bagian depan kapal. Kru akbar yang lain langsung merapihkan tempat tidur kami, kerja mereka cekatan sekali. Pelan – pelan kami lihat matahari mulai naik. dan ga lupa juga kami foto – foto sampe puas. Agak jarang juga kan liat matahari terbit di ujung horizon.

IMG_0472 IMG_1434 IMG_1445 IMG_1441 IMG_1428 IMG_0483 IMG_0459IMG_1455 IMG_0453

Setelah matahari mulai keluar, kapal kami segera bergerak dari pulau padar menuju ke tujuan pertama hari ini. Pulau Komodo. Salah satu spesies langka yang cuma ada di Indonesia, dan diduga merupakan satu-satunya hewan dari zaman dinosaurus yang masih tersisa. Sarapan sudah siap, hari ini kami dihidangkan telur dadar, roti bakar, dan pancake pisang lengkap dengan selai nanas. Kopi, susu, dan teh bebas diseduh karena air panas juga sudah tersedia. What a life…

KOMODO ISLAND

Akhirnya kami sampai di pulau komodo. Saya pribadi agak-agak takut ke pulau ini. Sebelum kesini saya sudah nonton nat geo wild dan baru saya tau kalau komodo itu salah satu predator terganas. Air liur komodo beracun dan larinya cepat. Kami mendaftar di tempat admnistrasi. Saya lupa rincian biaya masuk, kira-kira sekitar 350 ribuan untuk tiket masuk dan 2 orang ranger. Standarnya mereka, tiap lima orang harus ditemani 1 ranger, karena kami bertujuh maka kami butuh 2 ranger. Di pos awal kami diberi penjelasan singkat mengenai komodo dan trek yang akan kami lewati. Ada 3 trek, short, medium, long. Setelah berdiskusi kami memutuskan untuk mengambil trek medium (mengingat efisiensi waktu) tapi sedikit berbelok arah ke trek short karena best view pulau ini ada di fregata hill pada short track.

Gerbang Pulau Komodo
Gerbang Pulau Komodo
Penjelasan Trek pulau Komodo
Penjelasan Trek pulau Komodo
Sejarah Komodo
Sejarah Komodo

Setelah dirasa cukup, kami mulai berjalan menyusuri track sambil memperhatikan penjelasan ranger. And now this is the best part . Di tengah jalan, salah seorang ranger kami menjelaskan bahwa sebaiknya untuk wanita,jangan ke komodo apabila sedang datang bulan, dan JANGAN menggunakan benda benda berwarna MERAH, karena komodo akan melihat warna merah menyerupai DARAH dan membangkitkan insting predator mereka. Beruntungnya kami hari itu, Cesar menggunakan tas punggung berwarna merah, topi dan sepatu merah melekat di kepala dan kaki saya, dan Yuke….. She is wearing Red from top to bottomZonk…. Bapak ranger agak terlambat ngasih taunya (kalo ga boleh dibilang telat banget!)

Asli..sepanjang perjalanan perasaan saya pribadi seperti masuk ke jurasic park. Harus waspada kanan kiri, karena tekstur badan komodo yang menyerupai kulit kayu dan ternyata mereka bisa manjat pohon. And the moment of truth finally revealed… Saya masih inget jelas ada suara grasak grusuk dari sebelah kanan saya, gundukan tanah yang agak tinggi, saya ga ngeh itu apa sampe ranger teriak “awas itu komodo!”. Baru mata saya menangkap si kadal raksasa geal geol turun dari arah kanan sambil lidahnya melet melet. Fast, really fast… Kami sempat berhamburan lari ke depan. Banyak yang teriak ” jangan lari!” Tapi jurus kaki 1000 itu adalah ilmu umum buat orang kepepet,apalagi dipepet predator. Ga berapa lama, si komodo berbalik arah menjauh dan ranger dengan pede dan tenangnya bilang “ok pak,gpp..ayo sini yang mau foto sama komodo..sini..gpp”

Bapak ranger berjalan mendekat ke arah komodo yang pergi menjauh. Ceisar, adi, andy mengambil beberapa foto sampai akhirnya si komodo berhenti, mendongakan kepala, dia seperti merasakan sesuatu, dan kemudian melihat kembali ke arah kami dan berjalan mengejar kami. “Oke awas, bahaya, dia sedang ganas ini” begitu instruksi ranger hingga kami agak sedikit berlari ke depan. Akhirnya dengan 2 ranger si komodo berhasil diusir. Bapak ranger yang pertama (yang di belakang) meminta rekannya untuk bertukar posisi “bisa kau atasi kan? Biar saya di depan”, dan si ranger kedua bergumam ” loh, kok jadi saya yang di belakang?”, dan saya yang mendengar percakapan itu cuma bisa mikir kok kayaknya ada yang salah nih… -_- dan disitu saya baru menyadari bertahun tahun lamanya Kak Seto mengeluarkan propaganda tentang komodo. Ga mungkin Si Komo lewat jadi macet, kami aja lari berhamburan…

“ayo sini, gpp…kata si bapak ranger”

IMG_1682 IMG_1687

Kami melanjutkan trekking dan sampai juga di fregata hills. Dari puncak bukit ini kita bisa lihat sepanjang dermaga pulau komodo. Hanya ada 1 hal yang menggangu. Billboard sangat besar dari salah satu operator telekomunikasi yang menutupi sebagian view dari atas bukit. Mungkin dengan harapan promosi gratis setiap ada turis yang ambil foto. Sampai di akhir jalur trekking, ada 2 komodo yang tergeletak di jalan. 2 komodo inilah yang menjadi objek foto kalau ada yang mau foto bareng komodo. Gaya ngegeletak komodo ini sebenernya lucu. Kayak orang yang kekenyangan dan nemplok aja di lantai sambil pasang sikap lo-mau-ngapain-aja-terserah-gue-kagak-peduli. Akhir dari perjalanan serasa jurassic park, dan lanjut ke destinasi berikutnya. Pink Beach…

Fregata Hills
Fregata Hills
Komodo Bukan Komedi
Komodo Bukan Komedi
Kak Seto Bohong
Kak Seto Bohong
E.P.I.C
E.P.I.C

PINK BEACH
Salah satu spot yang terkenal di labuan bajo. Pink Beach. Kata posma karena pasirnya warna pink. Sampai di pink beach,ternyata pantai itu sudah ramai dan banyak kapal yang agak terlalu dekat ke pantai. Warna pink memang berasal dari sebagian pasirnya yang memiliki butiran merah. Ketika pasirnya kena ombak dan bercampur sama pasir putih, ya warnanya memang jadi pink. Bagus banget. Kami snorkling selama beberapa lama disana. Metha ngambil 1 botol pasir pink beach buat kenang-kenangan. Di bawah laut kita juga ketemu bermacam macam ikan. Hanya dalam jarak 1 meter, sudah banyak karang dan ikan yang kita liat. Puas snorkling, kapal kami bergerak ke gili laba. Dalam perjalanan, kami juga disuguhi makan siang yang ciamik dan banyak. Ga bakal kekurangan makanan deh selama disini.

GILI LABA
Sampai di gili laba, kali ini kami sudah pakai sepatu untuk trekking. Trek di gili laba lebih curam, tapi pijakan kakinya lebih enak. Kami sampai di puncak gili laba dan kembali disambut pemandangan overland yang cihuy. Keren banget. 2 hari ini, waktu trekking kami memang mendekati sunset. Mungkin kami ga dapet warna biru laut dan hijau bukitnya, tapi semua setimpal kok dengan warna magenta dari matahari yang mulai turun. Jalur di gili laba ini memutar, kita bisa ambil jalur turun berbeda dengan jalur naik. Tapi belajar dari pengalaman kemarin, takut terlalu malam, kita hanya sampai di puncak kedua di gili laba. Pak akbar, kapten kapal yang ikut naik bersama kami ketagihan foto-foto pake kamera metha. Seneng motret kayaknya dia. Ini beberapa foto kami di gili laba

Pada perjalanan dari pink beach ke gili laba, bantal leher saya terbang kebawa angin. Kru kapal bersikeras untuk ambil bantalnya walaupun saya sudah bilang ga usah. Si koki lompat ke laut dan berusaha mengejar bantal saya yang terbawa arus ke arah yang berlawanan, karena sudah kelelahan, dia menyerah dan akbar meminta maaf ke saya karena bantal saya ga selamat. Saya jadi ga enak sama mereka, baik-baik banget. Bener-bener beda dengan image orang – orang dari Indonesia Timur yang saya dapat selama saya tinggal di jakarta.

Foto diambil sama Adi, jadi dia ga ada
Foto diambil sama Adi, jadi dia ga ada

IMG_0856 IMG_0878 _DSF0672IMG_0852 IMG_0839

THE UNO’S HESITATION

Kami bermalam di gili laba. Selepas makan malam, Kami putuskan mencoba main kartu uno yang kami bawa. Dasarnya ga ada yang tau peraturan uno, ya kami main dengan aturan sendiri dan kebingungan kapan satu sesi uno ini selesai. Ga abis-abis. Sampe capek sendiri. Saya pun sudah terlalu lelah untuk mikir. Malam itu saya tidur agak cepat.

Dikejar komodo, pink beach, dan puncak gili laba itu begitu memukau. Dan saya siap untuk melanjutkan perjalanan ini besok..

Picture Taken by Adi
Picture Taken by Adi
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s