Margaretha and A (nother) Story About Saturday Morning Sound

Setelah sebelumnya saya menulis tentang Retha, sekarang saya akan menulis tentang Metha. They are a different people but have a similar rhymes name. Orang sering tertukar antara Metha dan Retha.

Saya sudah beberapa kali menulis tentang Saturday Morning Sound, band yang terdiri dari saya, Cesar, dan Metha yang cover lagu – lagu orang yang kami anggap enak. Sudah beberapa lagu yang kami cover dan hasilnya bagus. She has a great voice. Really great voice. She sing a song easily like she never put an effort on it. Sayangnya Metha juga harus mutasi ke Jakarta, ke tempat yang sama dengan Retha. Dan kehilangan 2 orang teman disaat bersamaan tidak pernah mudah. Kehilangan vokalis band juga sama sedihnya. Even for me as I try to deny that feeling as hard as I can.

 

Saya mendengar nama Metha dari temannya yang juga rekan kerja saya, sekitar pertengahan 2011. Dan di akhir 2011 (lagi – lagi) dikepanitian natal, baru saya ketemu langsung. Cesar, vokalis pria di band saya pernah bilang kalo ada yang pindah dari Rengat, dan suaranya bagus. “jazzy gitu bro..” kata Cesar dulu.

Metha punya selera musik yang bagus. Saya akan bertanya ke Metha untuk referensi lagu – lagu baru, karena saya lebih suka musik jadul. Kebetulan juga kami punya banyak kesamaan. Mulai dari musik, sifat, sampai pola pikir. Saya pernah balik ke Jakarta dan satu pesawat sama Metha. We talk a lot. Sering kali saya berucap “sama, gue juga gitu” untuk beberapa topik yang kami bicarakan. Mungkin karena kami sama-sama dari Jakarta dan sama-sama anak terakhir.

Yang paling mengagetkan saya, Metha juga suka Dream Theater. Saya tahu Electronic Music Dance secara tidak langsung juga dari Metha, setelah dia minta saya dengerin Zedd feat. Hayley Williams of Paramore yang judulnya Stay The Night. Dari sana saya mencari tahu lebih banyak lagu – lagu Zedd. Metha suka The Beatles, saya bahkan bisa berdiskusi tentang Strawberry Field Forever sama Metha.

Kadang saya berpikir Metha itu adalah saya versi perempuan, dengan tubuh yang lebih kecil, rambut yang lebih lurus, suara yang lebih bagus, dan ketawa yang LEBIH NGAKAK (sumpah ini orang kalo ngakak ga pake etika).

Saya pernah menulis bahwa Saturday Morning Sound itu semacam pelampiasan saya untuk mengatasi kebosanan saya di kota ini. Bermain musik, terutama sama teman-teman yang memiliki selera musik yang sama sangat membantu saya untuk sejenak melarikan diri dari situasi. And I have those privilege.

 

Kami sudah meng-cover banyak lagu, mulai dari Paramore, Norah Jones, Katy Perry, Magic!, dan di sesi terakhir rekaman kami, kami memainkan lagu dari Paramore, One Republic, and Sam Smith (The Video will Released Soon on Youtube). Suara Metha itu enak banget buat mainin lagu – lagu Ten 2 Five. Saya akan memulai dengan C#m7 dan dia akan menyanyikan lagu Ten 2 Five, bebas, yang mana aja. Lagu-lagu Ten 2 Five akan selalu pas dinyanyikan Metha. Dan mungkin pengalaman nyanyi paling menyenangkan adalah ketika kami buat video musik di pantai Seminyak, Bali. It was just like the best memories I ever had with them.

 

Ada satu cerita (konyol) yang saya tidak akan lupa. Saat kami karaoke sama – sama, entah karena hal apa Metha tiba – tiba ngambek dan keluar duluan. Awalnya kami biasa aja sampai salah satu dari kami bilang “Metha ga bisa keluar parkiran, ini tiket parkir motornya sama aku”. Dan saya langsung mengejar Metha keluar. Turun dari lantai 4 melalui tangga, dan setengah berlari Karena saya lihat metha sudah berjalan keluar parkiran. Dan kami terlibat adegan kejar – kejaran ala sinetron. Padahal saya hanya ingin ngasih tiket parkirnya supaya dia bisa naik motor.

Saya memang sudah dengar kabar kalau Metha akan mutasi, dari Cesar dan Retha. Itu makanya saya sedikit memaksakan dia untuk jamming tanggal 29 November 2014. Meskipun dia bilang dia punya banyak kegiatan dihari itu, tapi saya memang merasa kalau mungkin ini akan jadi kesempatan terakhir Saturday Morning Sound untuk bermusik bareng. Dia meminta saya untuk membawakan lagu Sam Smith, dan sebagai gantinya saya minta dia menyanyikan lagu Paramore. Lagu paramore itu sudah saya minta sekitar 1 tahun yang lalu, tapi dia selalu menolak dengan alasan kurang pede. Pada akhirnya kami bawakan dengan hasil yang memuaskan.

Masih banyak lagu bagus yang belum sempat kami bawakan. Geronimo dari Sheppard, Roar dari Katy Perry, tapi Metha harus kembali ke Jakarta. Back to her hometown. And just like I’m happy for Retha, I’m happy for Metha too. Saya kehilangan sahabat yang juga vokalis band saya disini. Formasi yang memungkinkan saya tampil seolah gitaris handal, beraksi seperti No Doubt, Paramore, The Cranberries, dan sederet band yang menampilkan wanita sebagai penyanyi utama

Dan akhirnya saya memang harus merelakan kepulangan sahabat saya, Metha, ke Jakarta. Vokalis Saturday Morning Sound, yang mengenalkan saya pada Soundhound, dan membuat saya mengagumi Zedd.

Thanks Metha, for helping me adapt well in this city by playing music together. I hope you doing good at Jakarta. If I can meet Retha in our Church at JPCC, I don’t know when we will meet each other again. You still owe me the “Boombs Away” part on Geronimo, so keep in mind that Saturday Morning Sound is not over. Because playing good music with good friends… Ain’t it Fun?

IMG_2438
Saturday Morning Sound (Cesar, Metha, Benny)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s