What A Day In My Life #Canada

Hari ini adalah hari kedua saya di Quebec, Canada. Artinya hari ini kami akan memulai training yang memang menjadi tujuan utama kami berada disini. Karena salju turun sangat lebat dari kemarin, pihak pabrikan memutuskan untuk mengadakan presentasi di salah satu ruang rapat yang ada di hotel ini. Salju sangat tebal menutupi jalan – jalan, sekitar 20 – 30 cm tebalnya.

Pertama kami sarapan, dan pertanyaan paling umum dan standar adalah “ga ada nasi?” lalu “ga ada sambelnya?”. 2 pertanyaan yang memang cukup konyol mengingat kami sekarang ada di benua yang berbeda. Atau kalimat seperti “aku Cuma mau makan kentang” saya rasa hanya merepotkan diri sendiri. Ketika mereka bertanya “Kamu kok bisa Ben makan makanan disini?” , saya jawab dengan muka serius “Cuma Kapal Tanker sama Batu karang yang ga bisa gw makan..” sambil memasukan potongan terakhir omelet yang menurut mereka “ga ada rasa” padahal ada garam dan lada di meja makan..resiko saya hidup berkiblat ke benua Eropa…Saya terlihat paling keren.. 😛

Training hari ini berjalan baik. Hanya saja karena tidak melakukan praktik langsung, ada sedikit kebingungan pada peserta, termasuk saya. Hari menjelang siang dan kami makan siang di lantai 23 hotel tempat kami menginap. Makanan disajikan  dengan khas Perancis (Quebec adalah salah satu kota hasil koloni perancis. Menggunakan bahasa Perancis sebagai bahasa sehari hari) yang terdiri dari hidangan pembuka berupa Bean Soup , Main Course yang disajikan Prasmanan yang terdiri dari daging turki, daging kelinci, ikan salmon, ayam, dan salad, lalu hidangan penutup yaitu Sugar Pie yang rasanya manis sekali (it’s sugar pie, what do you expect?). Lagi – lagi beberapa dari kami kurang bisa menerima menu makanan seperti itu, dan saya yang memang terbiasa hidup di eropa (ehm) tidak memiliki masalah dengan menu – menu tersebut (selain kapal tanker dan batu karang tentunya)

Ketika makan siang, saya bertanya pada orang pabrikan yang notabene adalah orang asli Quebec

“Is it possible for us to do some walk in the middle of this storm?” Tanya saya

“Err…yea of Course, but most people will stay at home during this day..” jawabnya.

“not me..this is my first experience with snow. And I’m excited to have a walk later when we finish the presentation” kata saya.

“Well, ok..i can take you round this city by my car, and maybe do 5-10 minutes walk and let the snow slap your face..” kata dia sambil tertawa

“Sounds great..I can’t wait for that..”

Sore hari selepas training, orang pabrikan itu menepati janjinya untuk membawa rombongan kami keliling Quebec menggunakan mobilnya. Dan kami berhenti untuk berjalan kaki ke beberapa tempat. Salju turun deras sekali, dan dingin sekali. Saya tidak sempat mengeluarkan kamera karena takut angin dan salju yang turun bisa merusak kamera saya. Saljunya sangat tebal, menyenangkan sekali menyentuh salju yang tebal, mengambilnya, menggumpalkannya dan melempari rekan saya seperti perang salju yang ada di televisi. Menyenangkan sekali.

Image

Ternyata saya sempat mengambil foto di tengah badai salju

Kami tidak berlama lama diluar karena tidak mau merepotkan si bule lebih banyak, toh kami sudah melihat beberapa titik bagus di Quebec yang bisa kami sambangi apabila cuaca sedang bagus.

Di hotel, teman – teman saya tidak mau makan malam di restoran hotel dan lebih memilih untuk mencari McD yang katanya mereka lihat di perjalanan keliling kota tadi. Kami memesan taksi untuk mengantar kami ke gerai McD tersebut, dan ternyata jaraknya tidak begitu jauh. Kami memesan menu makanan kami, dan mencari tempat duduk yang nyaman. Ada satu meja yang langsung mengarah ke jendela luar, spot menarik untuk mengambil foto, kami pun mengambil foto di titik itu secara bergantian.

Image

Jadi inget waktu saya tinggal di Inggris, jendela ruang tamu saya ya begini ini

Hal menarik dari gerai McD tersebut adalah tong dengan tulisan “Merci” di bagian tengahnya. Merci dalam bahasa Indonesia adalah Terima Kasih. Jadi, 2 tong tersebut adalah tempat para pelanggan membuang sampah hasil pesanan mereka. Tidak ada yang membersihkan meja, jadi mereka hanya memiliki 2 petugas, di pemesanan dan yang membuat pesanan. Suatu tindakan yang menghargai manusia, membuang sampah kita sendiri. Peradaban Indonesia memang masih ketinggalan beberapa abad.

Image

Tong Sampah dengan tulisan “Merci” , semua pelanggan membuang sampahnya sendiri

Image

Orang orang daerah tropis emang lebay, petugas McD bajunya ga gitu – gitu amat

Image

Foto diluar McDonald, badainya lumayan kencang

Pulang dari sana, kami menyempatkan diri mengambil beberapa foto yang bisa menjadi bukti bahwa kami sudah memegang salju, dan kami sepakat untuk berjalan kaki mengingat jarak antara Hotel dan McD tidak terlalu jauh. Dan dinginnya luar biasa, tidak menjadi masalah karena dari awal kami memang berniat ‘menikmati’ badai ini. Kami berjalan sambil bercanda, dan ada satu area dimana hanya kami berlima yang berjalan disana, sementara sekeliling kami adalah hamparan salju putih yang sangat tebal..dingin, perih pada muka, ngilu di telapak tangan dan telapak kaki. Tetapi menyenangkan, saya menikmati badai salju dan berjalan kaki seperti ini.

 

Sepanjang jalan saya masih memainkan salju, mengambil segumpalan besar, dan membuangnya ke udara, menendang salju setebal 20 cm di pinggir jalan dan membiarkannya pecah, menyenangkan sekali. Mimpi masa kecil saya untuk melihat salju, memegang salju dan perang salju tercapai hari ini. Suhu yang mencapai -9 derajat celcius tidak akan bisa mengalahkan energy dan antusiasme saya hari ini.

“I’ve been dreaming about walking on the snow, touch it and make a ball and start a snow war just like forever, and I can do it today..thanks Dave for helping me fullfil one of my dream” saya berterimakasih pada Mr. David, instruktur kami disini karena mau mengantar kami bekeliling

“it’s been a pleasure for me too, nice to see all of you happy with this winter…welcome to Quebec” jawab Mr David Ramah.

 

There was a time when I curious about snow, and it ends today…I can say bravely “I’ve already walked through the snow storm and it was fun…”

Dear Quebec…

Thanks for the Snow..

Thanks for the Storm..

Thanks for the Winter..

And I thank God for every single step that I made on that Snow…

What A Day In My Life..

Image

 

December 19th , 2012 11:50 PM

Hilton Hotel

Room 1504

Quebec, Canada

Advertisements

One thought on “What A Day In My Life #Canada

  1. mantep, ben. gw jadi bangga, dan jadi keinget beberapa momen curcol waktu masih di padang, rasanya terbayar sudah. oleh2 cerita & foto selalu gw nanti, le!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s