Pemimpin Yang Visioner

Sudah hari ketiga sejak El Pep’s team memperlihatkan penampilan sempurna di final Liga Champion, mengandaskan Fergie’s babes 3-1 dan mendominasi permainan serta menunjukan dunia bahwa anda tidak perlu memiliki skil seperti Ronaldinho dimasa jayanya atau Crisitiano Ronaldo dimasa sekarang untuk bisa memenangkan gelar. Cukup dengan teknik – teknik dasar sepakbola, passing, control, dribbling, keeping. Simple, Barcelona bermain dengan sesuatu yang selalu saya bilang “itulah standart bermain sepakbola” karena yang mereka perlihatkan memang jauh dari kesan rumit, tidak ada elastico a la Ronaldinho, atau gerakan kaki yang cepat dan membingungkan seperti CR7. Simple football…

 

Siapa yang kenal Sergio Busquets atau Pedro Rodriguez di awal musim 2008/2009?  Siapa yang mengamini penjualan Ronaldinho atau Deco di awal musim yang sama? Bahkan saya berkata “Guardiola for Rijkaard?! Barcelona salah langkah” tapi semua itu terjawab di final Liga Champion Minggu dini hari kemarin. Itu semua bisa dibilang karena visi Joan Laporta sebagai Presiden Barcelona kala itu untuk menunjuk Pep Guardiola yang menangani Barcelona, dan hasilnya…saya menjadi saksi hidup Dream Team era Millenium setelah sebelumnya hanya mendengar cerita tentang Dream Team Il Grande Milano di awal decade 90-an.

 

Semua karena seorang Laporta yang ketika terpilih kembali menjadi Presiden Barcelona memiliki visi untuk membangun Barcelona dengan mengandalkan pemuda pemuda La Masia dan menerapkan permainan cantik satu dua sentuhan khas toetal voetball Johan Cruyff yang diterjemahkan dengan baik oleh Guardiola.

 

Sebagai seorang pelatih Barcelona, Guardiola berlaku layaknya pemimpin. Dia yang mengatur para pemainnya. Dia mengatur staffnya. Dia menyusun program latihan untuk anak buahnya, dan staffnya bertindak sebagai perpanjangan tangan Pep dalam menjalankan program latihan. Sebagai seorang pemimpin Guardiola mengerti benar apa yang dia mau untuk pemainnya dan apa yang harus dilakukan oleh staffnya. Saya yakin di kepalanya tertera jelas bayangan Barcelona yang dia inginkan, cara bermainnya, dan pemain pemain yang akan menterjemahkannya.

 

Visi adalah hal paling penting yang harus dimiliki oleh pemimpin. Ibaratnya sebuah mobil, visi itu adalah tujuan. Dan pemimpin itu adalah pengemudinya. Bagaimana mungkin pengemudi bisa sampai tujuan, kalau dia sendiri bahkan tidak tahu kemana dia harus pergi? Keberhasilan anak buah menjadi tanggung jawab pemimpin. Visi sang pemimpin terhadap anak buahnya yang kelak akan membuat anak buah mencapai level yang lebih tinggi, dan si pemimpin akan memiliki wibawa lebih besar dari sebelumnya.

 

Coba kita bayangkan sejenak, ketika Guardiola membuang Ronaldinho dan Deco (2 orang ini diindikasikan kerap memberi pengaruh buruk pada pemain muda barca) untuk membuat barca sebagai sebuah tim yang bersahaja, apakah kita akan melihat Barcelona yang seperti sekarang? Saya rasa tidak, Visi Guardiola yang ,membuatnya jadi seperti itu. Jika Guardiola tidak memiliki visi yang jelas terhadap Pedro Rodriguez dan Sergio Busquets ketika dipromosikan dari La Masia, apakah mereka bisa sekokoh dan setangguh sekarang? Tidak, Guardiola punya gambaran ketika dia memutuskan mengangkat mereka berdua (yang juga merupakan anak didiknya di akademi junior Barcelona) ke tim utama.

 

Ada yang lebih mengejutkan lagi dari visi seorang Guardiola. Xavi Hernandez adalah Jenderal lini tengah Barcelona. Xavi mendikte ritme Barcelona, tidak jauh dari apa yang dilakukan Guardiola ketika masih aktif bermain. Guardiola pernah bermain bersama Xavi dan Iniesta. Dia berkata ke Xavi “ pertama kali saya melihat anda, saya yakin anda akan membuat saya pensiun. Tapi ketika pertama kali saya melihat anak itu (Iniesta) saya yakin dia yang akan membuat saya dan anda pensiun” sekarang, Iniesta sudah sering diibaratkan penerus tongkat estafet Sang Jendral jika Xavi mulai memasuki usia senja. Lihat, bagaimana visi Guardiola yang kala itu masih sebagai rekan kerja Xavi dan Iniesta direalisasikan ketika dia menjadi pemimpin mereka.

 

Siapapun anda yang sedang membaca tulisan ini, baik diposisi pemimpin atau akan menjadi pemimpin, anda harus memiliki visi untuk diri anda, dan visi untuk anak buah anda. Anak buah anda bekerja berdasarkan instruksi anda, dan instruksi yang anda berikan adalah penjabaran dari visi yang anda miliki.

 

Saya pernah membaca buku “Sun Tzu – The Art of War”, dalam buku itu tertulis “saya akan mengutus panglima terbaik saya untuk berperang, dan apabila mereka gagal, yang akan saya penggal adalah kepala sang panglima, karena dia pemimpin mereka, dan anak buahnya hanya menjalankan apa yang diperintahkan panglima. Pemimpin bertanggung jawab atas apapun yang dia pimpin”

 

Baiklah, kita tutup tulisan saya yang “sok iye” ini dengan berandai andai. Tahun 2006, Messi belum sehebat sekarang. Tahun 2007 akan lebih dikenal sebagai tahun dimana Messi mengulang 2 Gol Maradona yaitu melewati 6 Pemain dan Gol tangan Tuhan dengan versinya sendiri. Tahun 2008 lebih banyak dihabiskan Messi di meja perawatan, dan dia lebih suka bergerak menyisir sayap kanan dengan dribel panjang. Tahun 2009, Messi adalah superstar. Pergerakannya efektif, tidak terlalu sering berlari dan melakukan dribel, tapi lebih banyak mencari ruang kosong. Pergerakannya tidak hanya lurus menyisir sayap, tapi juga kerap melakukan Cut Inside langsung ke jantung pertahanan musuh. Nah, disini kita berkhayal, andai Guardiola tidak memiliki visi terhadap Messi, andai Guardiola tidak punya rancangan apa yang hendak dia lakukan atas bakat Messi yang luar biasa itu, apakah hari ini media bisa melabeli Messi sebagai pesepakbola dari planet lain? Anda sendiri yang menjawabnya. Terima kasih.

 

Kita disebut pemimpin
jika kita memastikan bahwa
semua orang yang kita layani,
hidup penuh semangat,

bebas menginginkan kebaikan bagi diri dan keluarganya

bergembira melakukan yang harus dilakukannya

merasa damai dalam perlindungan keadilan kita

dan berani mencoba yang tidak mungkin
karena mempercayai kesetiaan kita
dalam mendampingi kerja keras mereka.

Pemimpin adalah pengindah perjalanan naik.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s